INFOCIMAHI - Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Jawa Barat menggelar aksi demonstrasi bertajuk "Indonesia Darurat" di depan Gedung DPRD Jawa Barat pada Rabu (17/6/2026).
Aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi mahasiswa terhadap sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai perlu mendapat perhatian dan evaluasi.
Rencana aksi itu tertuang dalam surat pemberitahuan resmi yang ditandatangani Koordinator Wilayah BEM SI Jawa Barat. Dalam surat tersebut disebutkan bahwa mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Barat akan turun ke jalan dengan membawa sejumlah tuntutan.
Sedikitnya terdapat tujuh poin tuntutan yang akan disuarakan dalam aksi tersebut. Mahasiswa mendesak untuk segera menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) serta menstabilkan nilai tukar rupiah.
Selain itu, mereka juga meminta pemerintah mengambil langkah konkret untuk menyelamatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta membenahi komunikasi kepresidenan yang dinilai belum berjalan optimal.
Mahasiswa juga menuntut evaluasi menyeluruh terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih. Di sisi lain, mereka meminta pencabutan Undang-Undang TNI dan Undang-Undang Polri.
Tak hanya itu, BEM SI Jawa Barat turut menyoroti kinerja kabinet pemerintahan yang menurut mereka perlu dievaluasi secara total. Isu penegakan hak asasi manusia (HAM) dan perlawanan terhadap impunitas juga menjadi salah satu tuntutan yang akan dibawa dalam aksi tersebut.